
Cerita nyata,
kata mereka yang udah pakai.
Dari siswa, orang tua, sampai para ahli — semua sepakat: kelola uang saku harusnya semudah ini.
“Dulu Kamis udah bokek. Sekarang SIPUT ngingetin sebelum jajan, jatah hariannya keliatan jelas. Minggu masih nyisa, ortu juga tenang.”
Raka
Siswa SMA
“Suka banget sama ringkasan mingguan-nya. Nggak perlu intip-intip detail, cukup lihat bintangnya. Anak jadi lebih jujur soal keuangannya.”
Ibu Diana
Orang Tua
“Fitur tanya-tanya sebelum beli itu game changer. Sebelum jajan di Sisma Mart, aku cek dulu lampunya. Sekarang bisa nabung buat sneakers.”
Andi
Siswa SMA
“Ngatur duit saku jadi seru. Kayak main game, tiap minggu target dapet bintang emas. Jatah aman, alhamdulillah.”
Salsa
Siswi SMA
“Sebagai guru, konsepnya bagus banget buat literasi finansial. Siswa jadi paham perbedaan kebutuhan sama keinginan.”
Pak Budi
Wali Kelas
“Gampang banget catatnya, 3 detik jadi. Aku jadi tau uangku habis ke mana, nggak ada lagi misteri.”
Rina
Siswi SMA
“Dulu tiap jajan sama temen selalu nggak kerasa habis. Sekarang SIPUT ngingetin kalau jatah harian tinggal sedikit, jadi lebih mikir.”
Nisa
Siswi SMP
“Awalnya ragu, tapi begitu lihat laporan bintangnya, aku jadi tau kebiasaan anakku gimana. Komunikasi soal uang jadi enak.”
Pak Doni
Orang Tua
“Pernah hampir kehabisan buat bayar iuran sekolah. Sekarang kalau ada pengeluaran penting, SIPUT nyaranin nabung dulu. Aman.”
Rizky
Siswa SMA
“Sebagai orang tua yang sibuk, fitur ringkasan mingguan ini penyelamat. Nggak perlu intip detail, cukup lihat pola dan bintangnya.”
Ibu Ratna
Orang Tua
“Catat pengeluarannya gampang banget, tiga detik jadi. Jadi aku tau uangku habis buat apa aja, nggak ada yang misterius.”
Dewi
Siswi SMP
“Dulu suka banget ngincer barang diskon padahal nggak butuh. Sekarang dicek dulu lewat rekomendasi SIPUT sebelum mutusin.”
Ilham
Siswa SMP
Kenapa literasi finansial itu penting?
Dr. Nadia Paramita
Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP)
“Literasi keuangan sejak remaja adalah fondasi kesejahteraan finansial di masa depan. SIPUT membiasakan siswa berpikir sebelum membelanjakan uang saku.”
Prof. Hendra Wijaya
Dosen Psikologi Perilaku Ekonomi
“Pola pikir menunda kepuasan adalah skill hidup paling berharga. Simulasi keputusan belanja seperti ini melatihnya sejak dini.”
